Sabtu, 03 November 2012

Usaha Ternak Kambing Etawa


Usaha Ternak Kambing Etawa
Usaha Ternak Kambing Etawa

Usaha Ternak Kambing Etawa memang sudah menjadi salah satu cara yang benar-benar menjanjikan untuk dilibatkan dalam bisnis. Anda bisa mendapatkan keuntungan yang bisa dijadikan pegangan bisnis dalam waktu yang lama. 


Kambing etawa mempunyai produktivitas menarik dalam hal produk susunya. Susu kambing etawa mempunyai banyak manfaat positif dan harga yang ditawarkan relatif mahal. Jadi, anda tak perlu takut menuai banyak kerugian, namun yang pasti dengan beternak kambing etawa, anda akan mendapatkan hasil yang lumayan menggiurkan. J

Kambing etawa juga bisa beradaptasi dengan iklim Indonesia. Tak heran apabila banyak pebisnis yang memburu usaha ternak kambing etawa. Dalam hal daging, kambing etawa juga lebih unggul dan mempunyai kualitas dengan kategori salah satu yang terbaik. Dengan berat atau bobot kambing yang mencapai 45 hingga 70 kg pada kambing betina, anda bisa mendapati kambing etawa menghasilkan 1 hingga 3 liter susu perhari.

Cara ternak kambing etawa

Tahap pemilihan bibit

Pada tahap pertama dalam usaha ternak kambingetawa, anda harus melakukan pemilihan bibit yang sehat, tidak cacat fisik,bulu bersih, dada yang lebar, serta berasal dari keturunan induk yang tidak sedarah.

Sedangkan bibit kambing jantan eawa ang baik haruslah berpostur tinggi, besar, dan gagah. Berkaki panjang dan tumit yang tinggi, serta alat kelamin yang normal serta nafsu seks yang benar-benar baik. Dalam pemilihan bibit kambing etawa betina, ada beberapa hal juga yang harus anda perhatikan. Beberapa kriteria diantaranya alat kelamin normal, mempunyai ambing yang simetris, serta kenyal dan tak ada bekas luka.

Tahap perkawinan

Dalam tahapan Usaha ternak kambing etawa ini, anda akan menemukan dua cara dalam proses perkawinan, yaitu kawin suntik dan kawin alam. Kawin suntik adalah kawin yang dilaksanakan dengan cara memasukkan sperma ke dalam kelamin si betina. Sperma yang dimasukkan adalah sperma beku sehingga mutu genetiknya terjamin. Kawin yang kedua adalah kawin alam. Perkawinan ini terjadi secara alamiah dengan memasukkan kambing betina ke kandang pejantan selama dua hari.

Setelah terjadi tahap perkawinan maka kambing etawa akan melewati masa bunting kambing selama 5 bulan, anak yang baru lahir segera disusukan pada induknya agar mendapatkan colostrum yang berguna bagi pembentukan kekebalan tubuh. Selain Usaha ternak kambing etawa, anda juga bisa melihat analisa ternak kambing potong.

Analisa Ternak Kambing Potong



Analisa ternak kambing potong
Analisa ternak kambingpotong

Artikel singkat  tentang Analisa ternak kambing potong dalam memulai usaha. Di dalam artikel ini akan mengupas apa saja yang anda perlukan dalam memulai ternak kambing potong serta bagaimana prospek kambing potong tersebut.


 Ternak kambing potong secara umum meliputi beberapa hal, antara lain pemilihan bibit, pemberian pakan yang memenuhi gizi, serta pencegahan terhadap penyakit. Prospek ternak kambing potong memang cukup menjanjikan, berbagai daerah terutama ketika musim hari raya tiba berebut pasokan kambing potong. Jenis kambing potong yang cukup baik adalah kambing boer yang merupakan jenis kambing pedaging yang cukup unggul dan usaha ternak kambing boer Indonesia juga diminati saat ini.

Bagaimana analisa ternak kambing potong yang tepat

Analisa ternak kambing potong tahap pertama adalah penentuan bibit kambing. Bibit kambing betina dan jantan haruslah memiliki kemampuan pertambahan berat badan yang cepat dan konversi pakan yang baik. Sifat genetic yang diperlukan dalam ternak kambing potong adalah yang bisa menghasilkan keturunan kembar. Sedangkan dalam ciri karakteristik, bibit kambing yang baik adalah yang memiliki warna cerah, tajam, bulu halus yang mengkilap serta tidak memiliki caat tubuh.

Dalam analisa ternak kambing potong tahap kedua ternak kambing potong adalah tahap pakan. Pakan yang baik adalah pakan berupa hijau-hijauan seperti rumput, daun-daunan, serta ssa produksi pertanian seperti dedak. Komposisi pakan juga berbeda-beda bergantung pada kebutuhan dan usia ternak. Ada tiga jenis kambing berdasarkan pertumbuhan dan usianya, yaitu kambing menyusui, kambing pemacek, dan kambing dewasa. Pada kambing dewasa, diperlukan makanan sebesar 10 % dari berat badannya. Untuk kambing pemacek hampir sama, namun komposisi makanannya ditambahkan dedak halus sebanyak 200 hingga 250 gram. Pada kambing bunting dan menyusui, anda perlu menambahkan porsi dedaunan lebih banyak dalam rangka menambah air susu.

Analisa ternak kambing potong tahap ketiga adalah perkawinan. Kambing betina dewasa yang siap kawin, pada umumnya berusia antara 6 hingga 8 bulan. Ada beberapa tanda birahi yang terjadi pada kambing potong, antara lain,

  • -          Gelisah, nafsu makan turun
  • -          Kambing potong jantan berusaha untuk menaiki ternak lainnya
  • -          Menggerakkan ekor secara simultan
  • -          Bagian vulva terasa hangat dan memerah
  • -          Ada sedikit lender bening pada vulva betina. Paling baik, kambing betina dikawinkan pada umur, 10 bulan, dan jantan sebagai pemacek berumur 1 tahun. Waktu yang tepat dalam mengawinkan kambing adalah pertengahan birahi yaitu 12-18 jam sejak birahi pertama muncul.

Itulah beberapa Analisa ternak kambing potong yang singkat dan semoga membantu anda.

Jumat, 02 November 2012

CARA BUDIDAYA TEBU

PENDAHULUAN

Saat ini pemerintah sedang menggalakkan penanaman tebu untuk mengatasi rendahnya produksi gula di Indonesia. Usaha pemerintah sangatlah wajar dan tidak berlebihan mengingat dulu Indonesia pernah mengalami masa kejayaan sebagai pengekspor gula sebelum perang. Bisakah masa keemasan ini terulang kembali?
Untuk itu PT. Natural Nusantara berusaha ikut serta mengembalikan masa kejayaan melalui peningkatan produksi tebu baik secara kuantitas, kualitas dan kelestarian (aspek K-3).

SYARAT TUMBUH
Tanah yang cocok adalah bersifat kering-kering basah, yaitu curah hujan kurang dari 2000 mm per tahun. Tanah tidak terlalu masam, pH diatas 6,4. Ketinggian kurang dari 500 m dpl.

JENIS - JENIS TEBU
Jenis tebu yang sering ditanam POY 3016, P.S. 30, P.S. 41, P.S. 38, P.S. 36, P.S. 8, B.Z. 132, B.Z. 62, dll.

PEMBUKAAN KEBUN
Sebaiknya pembukaan dan penanaman dimulai dari petak yang paling jauh dari jalan utama atau lori pabrik
Ukuran got standar ; Got keliling/mujur lebar 60 cm; dalam 70 cm, Got malang/palang lebar 50 cm; dalam 60 cm. Buangan tanah got diletakkan di sebelah kiri got. Apabila got diperdalam lagi setelah tanam, maka tanah buangannya diletakkan di sebelah kanan got supaya masih ada jalan mengontrol tanaman.
Juringan/cemplongan (lubang tanam) baru dapat dibuat setelah got - got malang mencapai kedalaman 60 cm dan tanah galian got sudah diratakan. Ukuran standar juringan adalah lebar 50 cm dan dalam 30 cm untuk tanah basah, 25 cm untuk tanah kering. Pembuatan juringan harus dilakukan dua kali, yaitu stek pertama dan stek kedua serta rapi.
Jalan kontrol dibuat sepanjang got mujur dengan lebar + 1 m. Setiap 5 bak dibuat jalan kontrol sepanjang got malang dengan lebar + 80 cm. Pada juring nomor 28, guludan diratakan untuk jalan kontrol (jalan tikus)

TURUN TANAH/KEBRUK
Yaitu mengembalikan tanah stek kedua ke dalam juringan untuk membuat kasuran/bantalan/dasar tanah. Tebalnya tergantung keadaan, bila tanahnya masih basah + 10 cm. di musim kemarau terik tebal + 15 - 20 cm.

PERSIAPAN TANAM
- Lakukan seleksi bibit di luar kebun
- Bibit stek harus ditanam berhimpitan agar mendapatkan jumlah anakan semaksimal mungkin. Bibit stek + 70.000 per ha.
- Sebelum ditanam, permukaan potongan direndam dahulu dengan POC NASA dosis 2 tutup + Natural GLIO dosis 5 gr per 10 liter air.
- Sebelum tanam, juringan harus diari untuk membasahi kasuran, sehingga kasuran hancur dan halus.

CARA TANAM
1. Bibit Bagal/debbeltop/generasi
Tanah kasuran harus diratakan dahulu, kemudian tanah digaris dengan alat yang runcing dengan kedalaman + 5-10 cm. Bibit dimasukkan ke dalam bekas garisan dengan mata bibit menghadap ke samping. Selanjutnya bibit ditimbun dengan tanah.

2. Bibit Rayungan (bibit yang telah tumbuh di kebun bibit), jika bermata (tunas) satu: batang bibit terpendam dan tunasnya menghadap ke samping dan sedikit miring, + 45 derajat. Jika bibit rayungan bermata dua; batang bibit terpendam dan tunas menghadap ke samping dengan kedalaman + 1 cm.

3. Sebaiknya, bibit bagal (stek) dan rayungan ditanam secara terpisah di dalam petak-petak tersendiri supaya pertumbuhan tanaman merata.

WAKTU TANAM
Berkaitan dengan masaknya tebu dengan rendemen tinggi tepat dengan timing masa giling di pabrik gula. Waktu yang tepat pada bulan Mei, Juni dan Juli.

PENYIRAMAN
Penyiraman tidak boleh berlebihan supaya tidak merusak struktur tanah. Setelah satu hari tidak ada hujan, harus segera dilakukan penyiraman.

PENYULAMAN
1. Sulam sisipan, dikerjakan 5 - 7 hari setelah tanam, yaitu untuk tanaman rayungan bermata satu.
2. Sulaman ke - 1, dikerjakan pada umur 3 minggu dan berdaun 3 - 4 helai. Bibit dari rayungan bermata dua atau pembibitan.
3. Penyulaman yang berasal dari ros/pucukan tebu dilakukan ketika tanaman berumur + 1 bulan
4. Penyulaman ke-2 harus selesai sebelum pembubunan, bersama sama dengan pemberian air ke - 2 atau rabuk ke-2 yaitu umur 1,5 bulan
5. Penyulaman ekstra bila perlu, yaitu sebelum bumbun ke -2

PEMBUMBUNAN TANAH
> Pembumbunan ke-1 dilakukan pada umur 3-4 minggu, yaitu berdaun 3 - 4 helai. Pembumbunan dilakukan dengan cara membersihkan rumput-rumputan, membalik guludan dan menghancurkan tanah (jugar) lalu tambahkan tanah ke tanaman sehingga tertimbun tanah.
> Pembumbunan ke - 2 dilakukan jika anakan tebu sudah lengkap dan cukup besar + 20 cm, sehingga tidak dikuatirkan rusak atau patah sewaktu ditimbun tanah atau + 2 bulan.
> Pembumbunan ke-3 atau bacar dilakukan pada umur 3 bulan, semua got harus diperdalam ; got mujur sedalam 70 cm dan got malang 60 cm.

GARPU MUKA GULUD
Penggarpuan harus dikerjakan sampai ke pinggir got, sehingga air dapat mengalir. Biasanya dikerjakan pada bulan Oktober/November ketika tebu mengalami kekeringan.

KLENTEK 
Yaitu melepaskan daun kering, harus dilakukan 3 kali, yaitu sebelum gulud akhir, umur 7 bulan dan 4 minggu sebelum tebang.

TEBU ROBOH
Batang tebu yang roboh atau miring perlu diikat, baik silang dua maupun silang empat. Ros - ros tebu, yang terdiri dari satu deretan tanaman, disatukan dengan rumpun - rumpun dari deretan tanaman di sisinya, sehingga berbentuk menyilang.

PEMUPUKAN
1. Sebelum tanam diberi TSP 1 kuintal/ha
2. Siramkan pupuk SUPER NASA yang telah dicampur air secara merata di atas juringan dosis ± 1 - 2 botol/1000 m² dengan cara :
Alternatif 1 : 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram juringan.
Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPERNASA untuk menyiram 5 - 10 meter juringan.
3. Saat umur 25 hari setelah tanam berikan pupuk ZA sebanyak 0,5-1 kw/ha. Pemupukan ditaburkan di samping kanan rumpun tebu
4. Umur 1,5 bulan setelah tanam berikan pupuk ZA sebanyak 0,5 - 1 kw/ha dan KCl sebanyak 1-2 kw/ha. Pemupukan ditaburkan di sebelah kiri rumpun tebu.
5. Untuk mendapatkan rendemen dan produksi tebu tinggi, semprot POC NASA dosis 4 - 6 tutup dicampur HORMONIK 1 - 2 tutup per-tangki pada umur 1 dan 3 bulan

HAMA DAN PENYAKIT 
1. Hama Penggerek Pucuk dan batang
Biasanya menyerang mulai umur 3 - 5 bulan. Kendalikan dengan musuh alami Tricogramma sp dan lalat Jatiroto, semprot PESTONA / Natural BVR

2. Hama Tikus
Kendalikan dengan gropyokan, musuh alami yaitu : ular, anjing atau burung hantu

3. Penyakit Fusarium Pokkahbung
Penyebab jamur Gibbrella moniliformis. Tandanya daun klorosis, pelepah daun tidak sempurna dan pertumbuhan terhambat, ruas-ruas bengkok dan sedikit gepeng serta terjadi pembusukan dari daun ke batang. Penyemprotan dengan 2 sendok makan Natural GLIO + 2 sendok makan gula pasir dalam tangki semprot 14 atau 17 liter pada daun-daun muda setiap minggu, pengembusan tepung kapur tembaga ( 1 : 4 : 5 )

4. Penyakit Dongkelan
Penyebab jamur Marasnius sacchari, yang bias mempengaruhi berat dan rendemen tebu. Gejala, tanaman tua sakit tiba-tiba, daun mengering dari luar ke dalam. Pengendalian dengan cara penjemuran dan pengeringan tanah, harus dijaga, sebarkan Natural GLIO sejak awal.

5. Penyakit Nanas
Disebabkan jamur Ceratocytis paradoxa. Menyerang bibit yang telah dipotong. Pada tapak (potongan) pangkas, terdapat warna merah yang bercampur dengan warna hitam dan menyebarkan bau seperti nanas. Bibit tebu direndam dengan POC NASA dan Natural GLIO.

6. Penyakit Blendok
Disebabkan oleh Bakteri Xanthomonas albilincans Mula-mula muncul pada umur 1,5 - 2 bulan setelah tanam. Daun-daun klorotis akan mengering, biasanya pada pucuk daun dan umumnya daun-daun akan melipat sepanjang garis-garis tadi. Jika daun terserang hebat, seluruh daun bergaris-garis hijau dan putih. Rendam bibit dengan air panas dan POC NASA selama 50 menit kemudian dijemur sinar matahari. Gunakan Natural GLIO sejak awal sebelum tanam untuk melokalisir serangan.

RENDEMEN TEBU
Proses kemasakan tebu merupakan proses yang berjalan dari ruas ke ruas yang tingkat kemasakannya tergantung pada ruas yang yang bersangkutan. Tebu yang sudah mencapai umur masak, keadaan kadar gula di sepanjang batang seragam, kecuali beberapa ruas di bagian pucuk dan pangkal batang.
Usahakan agar tebu ditebang saat rendemen pada posisi optimal yaitu sekitar bulan Agustus atau tergantung jenis tebu. Tebu yang berumur 10 bulan akan mengandung saccharose 10 %, sedang yang berumur 12 bulan bisa mencapai 13 %.

TEBU KEPRASAN
- Yaitu menumbuhkan kembali bekas tebu yang telah ditebang, baik bekas tebu giling atau tebu bibitan (KBD).
- Kebun yang akan dikepras harus dibersihkan dari kotoran bekas tebangan yang lalu. Sebelum mengepras , sebaiknya tanah yang terlalu kering di airi dulu. Kepras petak - petak tebu secara berurutan. Setelah dikepras siramkan SUPER NASA (dosis sama seperti di atas). Lima hari atau seminggu setelah dikepras, tanaman diairi dan dilakukan penggarapan (jugaran) sebagai bumbun ke-1 dan pembersihan rumput - rumput.
- Lakukan penyemprotan POC NASA dan HORMONIK pada umur 1,2 dan 3 bulan dengan dosis seperti di atas.Pemeliharaan selanjutnya sama dengan tanam tebu pertama.

Ikan Hiu Ternyata Buta Warna

Para ilmuwan di jurnal Naturwissenschaften melakukan penelitian terhadap hiu. Dari hasil penelitian tersebut, didapat hasil yang mencengangkan, bahwa ternyata ikan hiu buta warna.

Untuk mendapatkan kesimpulan itu, peneliti melakukan observasi pada mata hiu dengan menggunakan teknik micro-spektofotometri. Mereka mengamati sel-sel penyusun retina mata pada 17 spesies hiu yang ditangkap di wilayah Queensland dan Australia Barat.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa 10 dari 17 spesies hiu tidak memiliki sel berbentuk kerucut, sel yang berperan dalam membedakan warna. Sementara, 7 spesies lain hanya punya 1 jenis sel kerucut, yakni jenis yang peka pada warna hijau (panjang gelombang 530 nanometer).

Para ilmuwan menemukan, kebanyakan spesies hiu hanya memiliki sel berbentuk batang. Sel tersebut sangat sensitif terhadap cahaya, mampu membedakan kontras dan memungkinkan pengelihatan warna. Namun, sel itu tidak mampu membedakan warna.

"Hasil studi kami menunjukkan, dibandingkan dengan warna, kontras dengan latar mungkin jauh lebih penting bagi hiu untuk mengidentifikasi objek," kata Nathan Scott Hart, pemimpin proyek penelitian ini yang berasal dari University of Western Australia.

Dalam wawancaranya dengan AFP kemarin, ia mengungkapkan, "Pengetahuan ini bisa membantu kita untuk merancang alat pancing, peralatan surfing dan pakaian renang yang kurang atraktif di mata hiu." Hal itu bisa mencegah kemungkinan manusia untuk dimangsa oleh si predator laut ini.

Kemampuan membedakan warna memang relatif tidak penting bagi hewan laut. Di kedalaman lautan, warna akan memudar dan menghilang. Sebelumnya, peneliti lain juga menemukan bahwa lumba-lumba, anjing laut dan paus juga hanya memiliki sel kerucut yang peka terhadap warna hijau.

Sumber: kompas.com

Manfaat PGPR Bagi Tanaman











Manfaat PGPR Kusuma bio Plus

PGPR atau Plant Growth Promoting Rhizobacteri Kusuma Bio Plus adalah
sekumpulan bakteri yang hidup didaerah perakaran tanaman . bakteri
tersebut hidupnya secara berkoloni menyelimuti akar tanaman .

Bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan
pertumbuhanannya.

Penyakit tanaman yang dapat dikendalikan dengan PGPR adalah
1. Layu Fusarium
2. Penyakit Busuk batang Phytopthora
3. Penyakit layu bakteri pada pisang , famili solanaceae dan kacang
kacangan
4. Schlerotium
5. Rhizoctonia

Selain itu PGPR juga dapat merangsang tanaman menjadi lebih tahan
terhada penyakit karena meningkatkan hasil metbolisme sekunder ,
vigor tanaman dan enzim pertahanan tanaman

Aplikasi :

Inokulasi benih
- Siapkan larutan PGPR Kusuma Bio Plus dengan cara melarutkan
10 ml PGPR dengan 1 liter air
- Kemudian Benih direndam ke dalam larutanPGPR selama 3-5 menit
- Setelah itu benih siap ditanam .
- Untuk Bibit lakukan pencelupan kedalam larutan PGPR sebatas
leher akar

Setelah tanam
- Larutan 10-20 ml PGPR kusuma bio PLus ke dalam 1 liter air
- Siramkan pada lubang tanam / sekitar perakaran tanaman
sebanyak 200 s/d 500 ml ( tergantung besar tanaman )
- Untuk kesuburan dan kesehatan lakukan penyiraman denagn
interval 7-15 hari sekali.


harga PGPR Kusuma Bio Plus Rp. 45.000 ,- / btl @ 1 liter
( belum bia kirim )

bibit unggul pepaya bangkok



















Harga pepaya unggul Bangkok Rp. 38.000,-/ bks @ 5 gram

- Cocok ditanam di dataran rendah-menengah, warna daging buah merah , bertekstur keras, tidak lembek dan tebal, tahan simpan dan transportasi jarak jauh, berat buah rata-rata 3,5 kg, dapat dipanen mulai umur 8 bulan setelah tanam.

- Jumlah Benih pergram 60- 70 ,

- isi sekitar 300 bj /bks .

- Kebutuhan benih per Ha = 250 - 300 gr ,

- Umur Panen 8 - 10 bulan setelah tanam ,

- Produksi 25-30 kg / tanaman.






Kamis, 01 November 2012

TANAMAN HERBAL KOLA YANG BERMANFAAT



Nama latin: Cola Sp

Nama daerah: Kola; Khole; Kolaan

Deskripsi tanaman: tanaman berupa pohon, tinggi lebih kurang 20 meter. Batang bulat, berkayu, keras, permukaan kasar, warna hijau kecokletan. Daun tunggal, tersebar, bertangkai, bulat telur, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, panjang 7-19 cm, lebar 2-6 cm, pertulangan menyirip, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk malai, mahkota bentuk bintang, bertaju lima, warna kuning keputihan. Buah kotak, bulat memanjang, panjang 8-15 cm, diameter 5-9 cm, warna hijau

Habitat: Tumbuh liar di perkebunan yang cukup lembab pada dataran tinggi 700-1100 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Biji

Kandungan kimia: Alkaloid kafenia; Teobromina; Teofilina; Kolanina; Kolatanin; Kola; Katekol; Kolatin; Kolatein; Merah kola; Minyak lemak; Zat pati; Gula

Khasiat: Stimulan; Antidepresif; Diuretik; Kardiotonik

Nama simplesia: Colae SemenResep tradisional: Penyegar badan dan Migrain :Biji kola 5 g; Buah cabai jawa 3 g; Rimpang lempuyang 3 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml